Secaraumum, Test of English as a Foreign Language, biasa disebut TOEFL, meliputi empat unsur, yaitu: Reading. Dialogue. Structure. Vocabulary. Empat unsur di atas dapat diperinci lagi sebagaimana berikut: 1. Reading. Reading dalam toefl biasanya berisi tentang seluk beluk peristiwa yang terjadi di Amerika.
Unsurunsur dari Liturgi. Banyak teori dan pendapat mengenai unsur-unsur liturgi itu sendiri karena liturgi setiap denominasi itu berbeda. Liturgi Katolik, Calvin, dan Lutheran punya beberapa perbedaan. Meskipun begitu, setiap denominasi tentu memiliki unsur pokok dari liturgi ini. Berikut ini adalah unsur pokok dari liturgi umat Kristen: 1. Votum
TugasPertanyaan dan Jawaban tentang Materi Debat. Irfan Afrinal99 09/03/2017 Tugas Siswa No Comments. Hal 182. 1. Sebutkan unsur-unsur dalam teks debat! Jawab: Unsur-unsur dalam teks debat yaitu: a) Mosi adalah suatu isu yang sedang diangkat dan dibahas dalam sebuah debat. b) Tim afirmasi adalah tim yang mendukung isu debat yang sedang diangkat.
Vay Tiền Nhanh. KUMPULAN-KUMPULAN PERTANYAAN BESERTA JAWABAN DARI KELOMPOK LAIN Pertanyaan dari kelompok 1 1. Apakah perkembangan IPTEK Ilmu Pengetahuan & Teknologi sangat berpengaruh terhadap pendidikan di Negara berkembang ? 2. Sebutkan upaya apa saja yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia terhadap perlindungan tenaga kerja khususnya bagi tenaga kerja wanita ? • Jawaban untuk pertanyaan kelompok 1 1. Ya sangat berpengaruh, karena perkembangan IPTEK memberikan dampak yang besar terhadap perubahan sistem dan peranan lembaga pendidikan. 2. Peran pemerintah dalam melindungi Tenaga Kerja Indonesia Mengesampingkan berbagai kasus mengenai penganiayaan atas TKI yang sudah terjadi. Di Indonesia telah disusun dalam bentuk undang-undang yang memuat regulasi penempatan TKI. Sudah terdapat ketentuan yang jelas, meskipun fakta dilapangan masih terdapat berbagai pelanggaran. Adapun dilakukannya penempatan TKI keluar negeri merupakan upaya dalam menanggulangi minimnya lapangan kerja di Indonesia. Perlindungan pemerintah terhadap TKI termuat dalam pasal Pasal 1 angka 4 Undang-undang no. 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlinfungan Tenaga Kerja Indonesia dalam mewujudkan terjaminnya oemenuhan hak-haknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, baik sebelum, selama, maupun sesudah bekerja. Dengan demikian, seluruh TKI yang bekerja di luar negeri wajib mendapatkan perlndungan hokum dari pemerintah, karena telah termuat dalam undang-undang No. 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Selain itu PPTKIS juga mempunyai kewajiban untuk memberikan perlindungan kepada calon TKI. Pertanyaan dari kelompok 3 1. Apa yang dimaksud dengan konsep pendidikan sepanjang hayat atau PSH ? 2. Sebutkan unsur-unsur pendidikan ? • Jawaban untuk pertanyaan kelompok 3 1. Yang dimaksud dengan konsep pendidikan sepanjang hayat atau PSH adalah sepanjang hidupnya manusia memang tidak pernah berada di dalam suatu vakum , mereka di tuntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif , dinamis, kreatif, dan inofatif terhadap diri dan kemajuan zaman. 2. a Pesert didik b pendidik c Interaksi indukatif Antara peserta didik dengan pendidik d Materi atau isi pendidikan e Konteks yang mempengaruhi pendidikan Pertanyaan dari kelompok 4 1. Jelaskan Interaksi Edukatif antara peserta didik dengan pendidik ! 2. Jelaskan alasan perkembangan Ilmu Pengetahuan & teknologi IPTEK ! • Jawaban untuk pertanyaan kelompok 4 1. Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antar peserta dengan pendidikan yang terarah kepada tujuan pendidik. 2. Pengaruh perkembangan IPTEK dalam semua sector pembangunan, meskipun di dalam dunia pendidikan belum sejauh terjadi pada dunia pertanian, industry, transportasi, dan komunikasi namun intervensinya di dalam dunia pendidikan telah menggejala dalam banyak hal. Pertanyaan dari kelompok 5 1. Berdasarkan pengertian pendidikan sebagai Transformasi Budaya adalah pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Faktanya budaya daerah kita sekarang sudah mulai redup karena budaya asing . Bagimanakah tindakan anda nanti untuk melestarikan budaya daerah kita ? 2. Apa yang dimaksud dengan aspek kognitif , afektif, psikomotor dan berikan contohnya ? • Jawaban untuk kelompok 5 1. memperkenalkan alat music daerah, tarian, dan hal-hal yang berkaitan dengan budaya kita ke generasi muda sekarang salah satunya caranya dengan cara menampilan sebuah pameran. 2. Kognitif, yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. Afekti, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Psikomotor, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Pertanyaan darikelompok 6 1. Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam , dan kandungannya berbeda yang satu dengan yang lainnya. Sebutkan batasan pendidikan yang berbeda berdasarkan fungsinya, jelaskan dan berikan contohnya ! 2. Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi berlangsung semakin pesat sehingga tidak mungkin lagi para pendidik khususnya guru mengajar semua konsep dan fakta kepada peserta didik. Bagaimana cara kita untuk mengantisipasi hal tersebut ? • Jawaban untuk pertanyaan kelompok 6 1. a pendidikan sebagai tranformasi budaya , pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi lain. Contohnya seseorang yang belajar ke negeri lain kuliah untuk menimba ilmu demi maju sumber daya manusia di negeri aslanya. b pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yanag sistemtis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Contohnya melakukan interaksi dilingkungan keluarga, sekolah, dan dilingkungan masyarakat. c pendidikan sebagai proses penyiapan warga Negara pendidikan sebagai penyiapan warga Negara diartikan sebagai kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menajdi waraga Negara yang baik. Contohnya menjadi orang yang saling menghormati keberagaman dan perbedaan. d pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja. Contohnya siap menjadi seorang calon guru. e definisi pendidikan menurut GBHN Pertanyaan dari kelompok 7 1. Faktor ap saja yang di perlukan untuk mencapai tujuan pendidikan dan jelaskan? 2. Dengan adanya kemajuan IPTEK, maka proses pendidikan semakin meningkat. Tetapi mengapa pada kenyataannya manusia yang dihasilkan tidak sesuai dengan diharapkan . apakah yang menyebabkan hal tersebut jelaskan? • Jawaban untuk pertanyaan kelompok 7 1. Faktor yang di perlukan untuk mencapai tujuan pendidikan a Faktor pendidik Karena pendidik yang baik juga menghsilkan didikan yang baik, begitu pula kebalikannya b Faktor peserta didik c Faktor alat pendidikan bermacam-macam alat pendidikan, antara lain hukuman dan ganjaran, perintah dan larangna, celaan dan pujian, serta kebiasaan. Termasuk juga sebagai alat pendidikan diantaranya keadaan gedung sekolah, keadaan perlengkapan sekolah, dan kedaan alat-alat dan fgasilitas-fasilitas lainnya. d Faktor metode pendidikan Agar interaksi dapat berlangsung baik dan tercapai tujuan, maka disamping dibutuhkan pemilihan materi pendidikan yang tepat, perlu dipilih metode yang tepat pula. Metode adalah cara menyampaikan materi untuk mencapai tujuan pendidikan. 2. Kita perkembangan teknologi semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat. Khususnya dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan IPTEK, yaitu a Pembelajaran menjadi lebih efektif, simulatif dan menarik b Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / Kompleks c Mempercepat proses yang lama d Menghadirkan peristiwa yang jarang terjadi e Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau diluar jangkauan Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK dalam proses pendidikan, antara lain ; a Siswa menjadi malas belajar Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa menjadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk internetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata, seperti ; Facebook, Chating, Frienster dan lain-lain, yang semuanya itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa. b Terjadinya pelanggaran Asusila. Sering kita dengar di berita-berita, dimana terjadi pelaku pelanggaran asusila dilakukan oleh seorang pelajar terhadap pelajar lainnya, seperti terjadinya tawuran antar pelajar, terjadi priseks, pemerkosaan siswi dan lain-lain. c Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pengetahuan yang disalah gunakan oleh pelajar. ini dapat menimbulkan adanya berbagai prilaku yang menyimpang yang dapat terjadi, seperti adanya siswa yang sering menghabiskan waktunya untuk bermain Games, main PS, main Facebook, chating, sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah digunakan untuk bermain, sehingga belajar menjadi habis dengan sia-sia. Akhirnya semuanya itu akan dapat berpengaruh negative terhadap hasil belajar siswa dan bahkan terjadi kemerosotan moral dari para siswa sampai ke Mahasiswa. d Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa menjadi malas. Dengan adanya fasilitas yang dapat digunakan dengan mudah dalam proses pembelajaran, ini terkadang sering membuat siswa dan mahasiswa menjadi malas dan merasa lebih dimanjakan, misalnya ketika siswa diberi tugas untuk membuat makalah, maka mereka merasa tidak perlu pusing-pusing, karena cukup mencari bahan lewat Internet dan mengkopy paste karya orang lain, sehingga siswa menjadi malas berusaha dan belajar. Pertanyaan dari kelompok 8 1. Pendidikan yang dilakanakan oleh negara pasti memiliki suatu tujuan yang baik, tentu untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut akan ada banyak kendala yang di hadapi. Sebutkan apa saja kendala yang di hadapi dalam pendidikan dan berikan solusi atas kendala yang dihadapi tersebut? 2. Apakah pendidikan di Indonesia memiliki sifat-sifat. Jika memiliki tolong jelaskan apa saja sifat-sifat dari pendidikan Indonesia? • Jawaban untuk pertanyaan kelompok 8 1. Salah satu kendala tersebut yaitu a Masalah pemerataan Pendidikan Persoalannya bagaimna sistem pendidikan menyediakan kesempatan pendidikan seluas-luasnya untuk masyarakat baik yang mampu atau yang kurang mampu. Memang benar pemerintah telah membuat kebijakan wajib belajar 9 tahun, tapi pada kenyataannya di daerah pinggiran banyak anak tidak sekolah sampai tingkat SMA karena tiadak memiikinya sarana program wajib belajar 9 tahun pemerintah menyediakan Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas yang memadai, staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat, dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit. Akan tetapi, pada kenyataannya, sekolah-sekolah gratis adalah sekolah yang terdapat di daerah terpencil yang kumuh dan segala sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan sehingga timbul pertanyaan ,”Benarkah sekolah tersebut gratis? Kalaupun iya, ya wajar karena sangat memprihatinkan.” Solusi yang tepat dalam hal ini perubahan signifitan kebijikan tersebut baik dalam penerapan kebijikannya atau dalam pembangunan sarana pendidikan. b Efisiens sistem pendidikan Efisien adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Hal-hal itu jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di Indonesia. Kita kurang mempertimbangkan prosesnya, hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang telah disepakati. Beberapa masalah efisiensi pengajaran di indonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam proses pendidikan, mutu pegajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. Yang juga berpengaruh dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik. 2. pendidikan di Indonesia tidak memiliki safat-sifat. Pertanyaan dari kelompok 9 1. Ada beberapa hal yang menyebabkan tujuan khusus diperlukan, sebutkan ! 2. Unsur-unsur pendidikan yang melibatkan banyak hal , yaitu ? jelaskan ! • Jawaban untuk pertanyaan kelompok 9 Ada beberapa hal yang menybabkan mengapa tujuan khusus itu di perlukan antara lain 1. a Pengkhususan tujuan memungkinkan dilaksanakannya tujuan umum melalui proses pendidikan. b Adanya kekhususan dari peserta didik, yaitu berkenaan dengan jenis kelamin, pembawaan dan minatnya, kemampuan orang tua nya, lingkungan masyarakatnya. c Kepribadian yang menjadi sasaran untuk dibentuk dan di kembangkan bersifat kompleks sehingga perlu dirinci dan di khususkan, aspek apa yang dikembangkan. d Adanya tahap-tahap perkembangan pendidkan. Jika proses dari satu tahap pendidikan tercapai disebut satu tujuan sementara telah tercapai. Misalnya tujuan SD, tujuan SMP, dan seterusnya. e Adanya kekhususan masing-masing lembaga penyelenggaraan pendidikan seperti pendidkan kesehatan, pertanian, dan lain-lain taupun jalur pendidikan seperti jalur pendidika sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. f Adanya tuntutan persyarata pekerjaan di lapangan yang harus dipenuhi oleh peserta didik sebagai pilihannya. g Diperlukannya teknik tertentu yang menunjang pencapaian tujuan lebih lanjut misalnya membaca dan menuluis dalam waktu yang relative pendek. Tujuan khusus yang berhubungan dingan ini bersifat teknis, yang berfungsi sebagai tujuan antar. Karena sifatnya teknis tidak ideologis maka bias berlaku dalam pendidikan yang berbeda ideologinya. h Adanyag secara kebetulan kondisi situasional, yaitu peristiw-peristiwa yang secara kebetulan muncul tanpa direncanakan. Karena ada sesuatu peristiwa dimana pendidik memandang perlu untuk bertindak, maka bertindaklah pendidik denganmaksud/tujuan tertentu. Misalnya ada murid yang berprestasi, guru lalu memberi pujian dengan tujuan murid terdorong untuk belajar lebih giat reinforcement. i Kemampuan yang ada pada pendidk 2. a Peserta didik Peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin di akui keberadaannya. b Pendidik Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. c Interaksi Edukatif antara Peserta Didik dengan Pendidik adalah komunikasi timbal balik antar peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. d Materi/isi pendidikan dalam system pendidikan persekolahan , materi telah diramu dalam kurikulum yang akan disajikan sebagai sarana pencapain tujuan. e Konteks yang Mempengaruhi Pendidikan maksudnya bias diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan melalui alat, metode, dan tempat bimbingan berlangsung .
1. Uraikan dan jelaskan setiap unsur-unsur pendidikan yang anda ketahui ! Jawab Unsur-unsur pendidikan yang saya ketahui adalah sebagai berikut Peserta didik adalah subjek didik dalam proses pendidikan. Peserta didik sering disebut juga siswa/i, murid, ataupun pelajar. Peserta didik telah dianugerahi potensi fisik dan psikis sejak lahir. Dan potensi-potensi itu harus dikembangkan menjadi potensi yang berguna untuk kedepan nya. Setiap peserta didik memiliki keunikan karakter masing-masing. Setiap fase yang dialami peserta didik itu berbeda-beda. Dan setiap fase itu akan mengalami peningkatan. Sehingga akan membuat peserta didik itu mengalami proses kedewasaan. Selain itu peserta didik juga membutuhkan bimbingan individual dan manusiawi untuk bisa menghadapi semua permasalahan yang akan dihadapi dalam kehidupan ini. Pendidik adalah seseorang yang bertugas untuk mendidik peserta didik untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Pendidik juga sering disebut guru atau dosen. Pendidik juga harus mempunyai sikap kewibawaan dan tanggung jawab. Karena pendidik harus bisa menjadi tauladan yang baik untuk peserta didik. Selain itu pendidik juga harus bisa merealisasikan cita-cita dan pandangan hidupnya secara konkret kedalam kehidupan sehari-hari melalui tingkah laku dan perbuatannya. Pendidik juga merupakan pendukung norma-norma yang ada dan harus bisa mentransformasikanny kepada peserta didik. Karena peserta didik membutuhkan bimbingan, perlindungan, bantuan dari pendidik. Peserta didik akan senang apabila memiliki seorang pendidik yang memiliki rasa kasih sayang, peduli, perhatian, ketulusan dalam mendidik dan melindungi para peserta didik dari berbagai hal yang kurang baik. Jadi, pendidik harus memiliki sifat-sifat tersebut. - Interaksi Edukatif antara Peserta Didik dengan Pendidik Interaksi edukatif antara peserta didik dengan pendidik adalah suatu proses hubungan komunikasi tentang pendidikan yang terjadi secara langsung antar pendidik dan peserta didik. Proses ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para peserta didik. Materi pendidikan tidak hanya sebatas materi inti saja, tetapi juga ada materi muatan lokal. Materi inti adalah materi tentang pengetahuan akademik. Contohnya yaitu pelajaran bahasa inggris, matematika, sosiologi, sejarah, dan lain-lain. Sedangkan materi lokal adalah materi yang membahas tentang kemampuan non akademik. Contohnya ekstrakurikuler, kerajinan, tata boga dan lain-lain. Materi-materi itu diberikan kepada para pendidik dengan tujuan untuk membuat para peserta didik memiliki ilmu pengetahuan yang luas, dan juga memiliki kemampuan yang trampil dalam segala bidang. - Konteks yang Mempengaruhi Pendidikan Konteks yang dapat mempengaruhi pendidikan terbagi mejadi dua bagian yaitu Alat dan metode merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Karena keduanya saling berhubungan satu sama lain. Alat merupakan penunjang dari metode yang digunakan. Sedangkan metode adalah cara pembelajaran yang harus didukung dengan alat-alat tersebut. Alat pendidikan terbagi menjadi dua bagian yaitu preventif dan kuratif. Yang dimaksud dengan preventif adalah pencegahan. Pencegahan itu betujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Misalnya larangan tentang berbuat kasar, batasan tentang pergaulan, peringatan untuk tidak merokok dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud kuratif adalah memperbaiki. Misalnya ajakan untuk berbuat kebaikan, dorongan untuk menjadi lebih baik, motivasi untuk bangkit dari kesalahan ataupun kegagalan dan lain-lain. Dalam proses pendidikan, pendidik diharapkan untuk tidak pernah berbuat kasar dengan menggunakan fisik maupun psikis. Karena itu akan menimbulkan trauma kepada peserta didik. Dan bahkan, peserta didik tidak akan menyadari kesalahannya apabila diperlakukan kasar. Mungkin mereka akan melawan dan akan terus-menerus berbuat kesalahan yang sama dengan sengaja. Kaena pada dasarnya, peserta didik itu masih membutuhkan bimbingan, kasih sayang, dan perlindungan dari pendidik. ü Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan terbagi menjadi tiga bagian yaitu Keluarga merupakan pusat utama dalam pendidikan. Karena keluarga memiliki hubungan sedarah. Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu dan anak. Sedangkan keluarga besar terdiri dari kakek, nenek, kakak/adik ipar, paman, bibi dan lain-lain. Fungsi dan peranan keluarga sangat penting dalam pendidikan. Karena suasana kehidupan keluarga merupakan tempat sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan orang-seorang pendidikan individual maupun pendidikan sosial. Keluarga itu merupakan tempat pendidikan yang sempurna dalam pembentukan kepribadian yang utuh, bukan hanya untuk kanak-kanak tetapi juga bagi para remaja. Sekolah merupakan suatu sarana yang sengaja dibuat untuk melaksanakan pendidikan agar tercapai secara optimal. Karena tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu anak dikirimkan ke sekolah-sekolah formal. Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Disekolah, peserta didik diajarkan untuk menanamkan budi pekerti yang baik, menulis, membaca, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain yang sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan. Selain itu sekolah juga memberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah, dan lain sebagainya. Masyarakat merupakan lingkungan di luar lingkungan keluarga dan sekolah. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini, telah dimulai beberapa waktu ketika anak-anak telah lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, berarti pengaruh pendidikan tersebut tampaknya lebih luas. Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak sekali, ini meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan, pembentukan pengertian-pengertian pengetahuan, sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan. Kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari tiga sisi, yaitu ü Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan. ü Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan/atau kelompok sosial di masyarakat. ü Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar baik yang dirancang by design, maupun yang dimanfaatkan utility. 2. Perbedaan karakteristik pada peserta didik merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dipahami oleh pendidik. a. Perbedaan dalam hal apa saja yang harus diketahui dan dipahami oleh pendidik ? Jelaskan ! Jawab Perbedaan-perbedaan peserta didik yang harus diketahui oleh pendidik adalah sebagai berikut ü Perbedaan vertikal yaitu perbedaan pada segi fisik setiap individu. Misalnya tinggi-sedang-pendek, gemuk-sedang-kurus, sehat-tidak sehat dan lain sebagainya. ü Perbedaan horizontal yaitu perbedaan pada segi psikis dan sosial setiap individu, Misalnya Kemampuan, bakat, minat, emosi, hasil belajar dan lain sebagainya. Perbedaan individu diatas dipengaruhi oleh 1 faktor keturunan bakat dan 2 faktor lingkungan. Perbedaan ini merupakan hal penting yang harus diketahui oleh pendidik karena perbedaan ini dapat digunakan oleh pendidik untuk menentukan metode belajar yang tepat dalam proses belajar mengajar dikelas. Pendidik haruslah teliti dalam mencari dan menemukan perbedaan yang ada pada siswa, terutama perbedaan-perbedaan yang menonjol. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar dan dalam memberikan pelayanan terhadap siswa agar mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang ada dimiliki oleh siswa. b. Bagaimana cara menerapkan metode pembelajaran yang sesuai, agar pendidik dapat menghargai setiap karakteristik peserta didik yang ada dikelas ? Jawab Setiap peserta mempunyai otak yang unik dan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda baik kemampuan, minat dan bakatnya. Untuk menghargai keunikan dan perbedaan tersebut adalah dengan cara menghargai adanya perbedaan gaya belajar. Pendidik dalam pembelajaran harus mengetahui dan memahami keunikan dan perbedaan yang ada pada setiap peserta didik sehingga guru bisa memberikan sebanyak mungkin pendekatan gaya belajar. Sehingga dalam pembelajaran pendidik tidak hanya berada di kelas saja karena ada peserta didik yang gaya belajarnya suka belajar dengan berinteraksi, bereksplorasi dan mengobservasi seperti kunjungan ke lapangan, situasi-situasi nyata dan eksperimen. Selain itu pendidik juga bisa menerapkan budaya bertanya didalam proses belajar mengajar. Agar para peserta didik terlatih untuk bertanya dan bisa menimbulkan sikap kritis. Jadi, pendidik harus menerapkan metode belajar yang berbeda setiap pertemuannya. Karena dengan seperti itu, para peserta didik tidak akan merasa bosan dan pendidik juga akan mengetahui serta bisa menghargai perbedaan karakteristik para peserta didik. Disamping itu juga, akan tercipta keadilan bagi para peserta didik dalam proses belajar mengajar. 3. Perkembangan IPTEK Ilmu Pengetahuan Teknologi, globalisasi dan perkembangan arus informasi yang semakin cepat menentukan sosok masyarakat masa depan. Bagaimana seharusnya pendidikan itu dirancang untuk mengantisipasi hal tersebut ? Jawab Berikut ini adalah beberapa upaya pendidikan untuk mengatasi perkembangan IPTEK, globalisasi, dan perkembangan arus informasi yang semakin cepat ü Memberikan bekal ilmu agama yang lebih. Sehingga memperkuat iman para peserta didik. Dan para peserta didik juga akan tau mana hal yang baik dan yang buruk dalam penggunaan teknologi yang semakin lama akan semakin canggih. ü Pembentukan manusia pancasila sebagai manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri. ü Pemberian dukungan bagi perkembangan bagi masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang terwujud dalam ketahanan nasional yang tangguh. ü Memberikan pembekalan ilmu pengetahuan tentang teknologi. Agar para peserta didik tidak buta sama sekali dengan alat teknologi. 4. Belakangan ini penyelenggaraan UN Ujian Nasional telah menjadi sorotan publik. Hal ini menimbulkan pro dan kontra dimasyarakat. a. Jelaskan analisa anda, dilihat dari segi kekurangan dan kelebihan dari penyelenggaraan UN ! Jawab Berikut ini adalah kelebihan dan kelemahan dari penyelenggaraan UN ü UN dapat menggambarkan indikator kondisi pendidikan di Indonesia secara umum, artinya lembaga pendidikan internasional UNESCO dll dapat mengetahui kondisi pendidikan di Indonesia melalui UN. ü UN dapat memacu sekolah, dinas pendidikan Provinsi dan Kab/Kota untuk berkompetisi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. ü UN dapat memotivasi guru untuk senantiasa meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga guru senantiasa meningkatkan kompetensinya untuk menuju guru yang professional. ü UN juga dapat memotivasi siswa untuk terus belajar sehingga mampu meraih nilai UN yang tinggi. Artinya disini dengan dilaksanakannya UN dapat membelajarkan siswa sehingga mampu berkembang secara optimal dalam mengembangkan potensinya. ü Standar nilai UN sama di seluruh Indonesia, sementara kondisi baik sarana prasarana, guru, input siswa di setiap daerah terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Contohnya persamaan antara sekolah yang berada dikota besar yang sudah banyak memenuhi standar baik dari segi sarana, prasarana, guru dan lain-lain dengan sekolah-sekolah yang ada didesa terpencil yang masih jauh dari kata layak. ü Dengan dilaksanakannya nilai UN sebagai syarat kelulusan akan menimbulkan kompetisi yang tidak sehat. Hal ini terjadi karena UN masih dijadikan standar apakah pendidikan di suatu sekolah itu berkualitas atau tidak. Tingginya nilai UN di sekolah atau daerah masih dianggap sebagai gambaran kualitas pendidikan disekolah/daerah tersebut. Hal ini akan mendorong sekolah/daerah melakukan kecurangan UN. ü Pemanfaatan Anggaran Dana yang mubadzir sia-sia. Pelaksanaan UN menghabiskan dana yang tidak sedikit baik dari perencanaan, pelaksanan UN misalnya pencetakan naskah soal, pengawalan naskah soal, kepengawasan, tim independen, dan lain lain. Sementara hasil yang dicapai UN tidak mampu menjamin gambaran pencapaian kompetensi peserta didik yang sebenarnya sesuai dengan tujuan UN itu sendiri. ü UN merupakan penilaian yang sifatnya temporal sesaat dan hanya menilai 1 aspek saja, namun menentukan kelulusan. Hal ini bertentangan dengan penilaian berbasis kelas PBK yang menitikberatkan penilaian selama proses pembelajaran yang seharusnya lebih menentukan syarat kelulusan karena dilaksanakan secara kontinu. Menurut analisa saya, penyelenggaraan UN di Indonesia harus lebih dipertimbangkan lagi. Karena ditinjau dari segi kelebihan dan kelemahannya UN terdapat banyak hal-hal yang akan menimbulkan hal-hal negatif. Seperti kecurangan dalam mengisi naskah soal, membuat para peserta didik takut menghadapi ujian dan lain-lain. Karena ujian merupakan penentuan kelulusan para peserta didik. b. Menurut anda, bagaimana sistem pendidikan yang sesuai di Negara ini ? Jawab Sistem pendidikan yang sesuai di Indonesia yaitu sebuah sistem yang mampu membangkitkan vitalitas murni sebagai manusia merdeka, mandiri, berprestasi, aktif dan kreatif serta produktif. Tuntutan kepemilikan ilmu pengetahuan teknologi menuntut mental yang berbeda jauh dengan karakter bangsa yang berkebudayaan santai. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan mental disiplin sendiri, yang berakar pada etos kerja. Oleh karena itu, strategi dan program pendidikan sejak awal bagi bangsa Indonesia semestinya lebih mengutamakan mengubah mental santai itu. Agar setiap murid menjadi manusia yang berkualitas. Karena memiliki pengetahuan yang luas, keterampilan yang terlatih, semangat yang kuat, serta displin yang tinggi. Selain itu, seharusnya pemerintah tidak boleh menyamakan nilai-nilai akademik disetiap sekolah. Sudah sama-sama kita ketahui, bahwa setiap sekolah yang ada di indonesia ini memiliki sarana, prasarana, serta mutu yang berbeda-beda. Ada yang memiliki semua itu dengan kualitas yang baik, namun ada pula yang kurang baik. Jadi, saya pikir sistem yang ada di indonesia saat ini belum layak dikatakan adil. Untuk mewujudkan keadilan itu, pemerintah seharusnya bisa mengerti dan memahami perbedaan-perbedaan disetiap sekolah. Disamping itu, perlu juga dilaksanakan kebijaksanaan untuk mengurangi jurusan bidang studi yang tidak relevan dan fungsional supaya tidak terjadi pemborosan dana yang terus menerus. Dana yang dihemat itu dapat digunakan untuk meningkatkan mutu sarana perguruan tinggi yang banyak jumlahnya seperti dewasa ini tidak menunjukkan tingginya tingkat kecerdasan dan ilmu pengetahuan serta kebudayaan bangsa Indonesia, yang selalu dinilai ialah mutu dari hasil produknya.
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan analisis yang jelas dan sistematis ! 1. Jelaskan makna dari sifat hakikat manusia ? 2. Jelaskan wujud dari sifat hakikat manusia ? 3. Jelaskan berbagai pandangan tentang sifat hakikat manusia ? 4. Jelaskan berbagai sudut pandang manusia dalam pengertiannya sebagai makluk hidup ? 9 BAB II UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN A. PENDAHULUAN Pendidikan seperti sifat sasrannya yaitu manusia, mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks, karena sifat nya yang kompleks itu, maka tdak sebuah batasan pun yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap. Batasan tentang pendidikan yang dibuat para ahli beraneka ragam dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasa yang digunakan, asspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinnya. Pendidikan juga dikatakan penting karena pendidikan itu adalah hal yang diajarkan secara turun-temurun dari dulu. Sejak kita lahirpun, orang tua kita pasti sudah memberikan pendidikan tentang berbagai hal. Pendidikan itu dapat diperoleh melalui berbagai cara, misalnya melalui perkataan atau tingkah laku, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, pendidikan juga dapat diperoleh dari sumber-sumber tertentu seperti buku dan lain-lain. Pendidikan yang diterima dan diajarkan ke setiap orang itu berbeda-beda tergantung sifat dan kebutuhan. Oleh karena itu, setiap pendidikan yang diterima oleh orang yang satu dengan orang yang lainnya tidak selalu sama. Pendidikan sangat diperlukan agar setiap generasi penerus bangsa menjadi manusia yang memiliki bekal masa depan yang cerah. Hal ini dikarenakan pendidikan yang dimiliki setiap orang bisa mengarahkan bagaimana masa depan orang itu nantinya. Pendidikan itu sangat diperlukan, oleh karena itu pendidikan tidak dapat terlepas begitu saja dari kehidupan manusia. Setiap proses pendidikan, tidak mungkin berjalan begitu saja tanpa ada unsur-unsur yang mendukung di dalamnya. Proses pendidikan ini pasti melibatkan banyak hal yang disebut unsur-unsur pendidikan. Agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik dan terarah sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan, perlu kita ketahui apa saja yang termasuk unsur-unsur pendidikan B. PENYAJIAN 1. Unsur-unsur Pendidikan a. Subjek yang dibimbing peserta didik Secara etimologi peserta didik adalah anak didik yang mendapat pengajaran ilmu. Secara terminologi peserta didik adalah anak didik atau individu yang mengalami perubahan, perkembangan sehingga masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam membentuk kepribadian serta sebagai bagian dari struktural proses pendidikan. Dengan kata lain peserta didik adalah seorang individu yang 10 tengah mengalami fase perkembangan atau pertumbuhan baik dari segi fisik dan mental maupun fikiran. Peserta didik dalam pendidikan Islam adalah individu yang sedang tumbuh dan berkembang, baik secara fisik maupun psikis untuk mencapai tujuan pendidikannya melalui lembaga pendidikan. Dalam bahasa Arab, peserta didik dikenal dengan istilah tilmidz sering digunakan untuk menunjukkan peserta didik tingkat sekolah dasar dan thalib al-alim orang yang menuntut ilmu dan biasa digunakan untuk tingkat yang lebih tinggi seperti Sekolah Lanjutan Pertama dan Atas serta Perguruan Tinggi. Hakekat Paserta Didik Peserta didik bukan miniatur orang dewasa, ia mempunyai dunia sendiri. Peserta didik mengikuti periode-periode perkembangan tertentu dan mempunyai pola perkembangan serta tempo dan iramanya, yang harus disesuaikan dalam proses pendidikan. Peserta didik memiliki kebutuhan diantaranya kebutuhan biologis, rasa aman, rasa kasih sayang, rasa harga diri dan realisasi diri. Peserta didik memiliki perbedaan antara individu dengan individu yang lain, baik perbedaan yang disebabkan dari faktor endogen fitrah maupun eksogen lingkungan yang meliputi segi jasmani, intelegensi, sosial, bakat, minat, dan lingkungan yang mempengaruhinya. Peserta didik dipandang sebagai kesatuan sistem manusia, walaupun terdiri dari banyak segi tetapi merupakan satu kesatuan jiwa raga cipta, rasa, dan Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi pertolongan kepada anak didik, dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai kedewasaannya, mampu berdiri sendiri memenuhi tugasnya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial, dan sebagai individu atau pribadi. Dalam hal ini yang termasuk adalah guru, orang dewasa, dan orang tua. Pendidik dalam pendidikan Islam adalah setiap orang dewasa yang karena kewajiban agamanya bertanggungjawab atas pendidikan dirinya dan orang lain. Sedangkan yang menyerahkan tanggung jawab dan amanah pendidikan adalah agama, dan wewenang pendidik dilegitimasi oleh agama, sementara yang menerima tanggung jawab dan amanah adalah orang dewasa. Ini berarti bahwa pendidik merupakan sifat yang lekat pada setiap orang karena tanggung jawab atas pendidikan. c. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik interaksi edukatif Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi, isi, metode, serta alat-alat 11 pendidikan. Mengajar merupakan serangkaian interaksi antara orang yang berperanan pendidik dengan anak didik. Untuk mengukur keefektifan guru, seorang pengamat menggunakan seperangkat dimensi yanhg dianggap ada hubungannya dengan keefektifan peranan guru. Guru dinilai “baik” atau “buruk” tergantung pada klasifikasi yag dibuat sesuai dengan skala tertentu. Philip Jackson 1969 menyimpulkan 3 ciri pembeda kehidupan kelas antara lain khalayak ramai, pujian dan kekuasaan. d. Ke arah mana bimbingan ditujukan tujuan pendidikan Tujuan pendidikan tidak semudah menentukan tujuan suatu perjalanan. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa seseorang tidak akan sampai pada suatu tujuan bila ia tidak mengetahui dengan jelas apa itu tujuan atau kemana ia membawa anak didiknya. Tujuan pendidikan sering bersifat sangat umum seperti menjadi manusia yang baik, bertanggung jawab, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mengabdi kepada masyarakat dan sebagainya. Herbert Spencer 1860 menganalisis tujuan pendidikan dalam 5 bagian yaitu Kegiatan demi kelangsungan hidup. Usaha mencari nafkah. Pendidikan anak. Pemeliharaan hubungan dengan masyarakat dan Negara. Penggunaan waktu senggang. Tujuan yang jelas dan spesifik memberi pegangan dan petunjuk tentang metode belajar dan mengajar yang lebih serasi serta memungkinkan penilai proses dan hasil belajar yang lebih teliti. Penyusunan kurikulum telah memperhatikan tujuan pendidikan serta menganalisisnya dalam tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan dapat berbeda tingkatannya, ada tujuan yang sangat umum, ada juga tujuan yang khusus. Tujuan yang tampaknya sudah sangat khusus seperti, “sanggup membaca huruf” masih dapat dikhususkan misalnya “sanggup membaca huruf cetak dan huruf tulis, membaca huruf kecil dan huruf besar”. Suatu tujuan harus dikhususkan di tentukan oleh taraf kemampuan dan pengetahuan anak yang akan menerima pelajaran. Tujuan umum biasanya sangat indah dan muluk kedengarannya, tetapi akan menemui kesukaran bila hendak diwujudkan karena menimbulka tafsiran yang aneka ragam. Misalnya tujuan “agar anak dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat”. Tujuan itu harus jelas, dan tujuan yang jelas ialah tujuan yang spesifik dalam bentuk kelakuan yang dapat diamati dan diukur. Tujuan akhir pendidikan adalah pembinaan pembelajaran. Dengan demikian menurut Kohnstamm tujuan pendidikan ialah manusia dewasa yang telah memiliki pengetahuan yang akan menjadi sumber tingkah laku perbuatannya yang bernilai kesusialaan dan yang akan dipertanggung jawabkan sendiri. Tujuan umum pendidikan dan pengajaran di Indonesia yaitu membentuk manusia yang cakap serta warga Negara yang demokratis, yang bertanggung jawab atas kesejahteran di masyarakat dan tanah air. 12 e. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan materi pendidikan Salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan keseluruhan adalah kemampuan dan keberhasilan guru merancang materi pembelajaran. Materi pembelajaran pada hakekatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran. Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa materi pembelajaran instructional materials adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator. Materi pembelajaran dipilih seoptimal mungkin untuk membantu peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasi sebagai berikut. Fakta; adalah segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya. Konsep; adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat, inti /isi dan sebagainya. Prinsip; adalah berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting, meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Prosedur; merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem. Sikap atau Nilai; merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar, dan bekerja. f. Cara yang digunakan dalam bimbingan alat dan metode Alat-alat pendidikan adalah segala sesuatu yang membantu terlaksananya pendidikan didalam mencapai tujuannya baik berupa benda atau bukan benda. Alat sebagai perlengkapan ialah alat yang berwujud benda-benda yang nyata atau kongkret yang dipentingkan dalam pelaksanaan pendidikan. Perlengkapan ini antara lain Buku Teks, Ilmu Pengetahuan, Perpustakaan. Salah satu jalan keluar untuk mengatasi kebutuhan terhadap buku baik dari anak yang sedang menuntut ilmu maupun dari siapa saja yang ingin meningkatkan perbendaharaan ilmu pengetahuannya maka perlulah 13 didirikan perpustakaan. Adapun bentuk perpustakaan ada yang bersifat umum perpustakaan umum atau perpustakaan keliling dan ada yang bersifat khusus perpustakaan pribadi, perpustakaan sekolah. g. Tempat dimana peristiwa berlangsung lingkungan pendidikan Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar anak baik berupa benda-benda, peristiwa-peristiwa yang terjadi maupun kondisi masyarakat terutama yang dapat memberikan pengaruh kuat kepada anak yaitu lingkungan dimana proses pendidikan berlangsung dan lingkungan di mana anak-anak bergaul sehari-harinya. Bila kita teliti mulai dari masyarakat dan kebudayaan yang sederhana, maka lembaga-lembaga pendidikan meliputi Keluarga/Informal Sekolah/Formal Masyarakat/Non Formal C. RANGKUMAN Unsur-unsur pendidikan adalah semua unsur yang harus ada di dalam proses pendidikan, yang kesemuanya merupakan kesatuan integral yang saling mengisi. Unsur-unsur pendidikan meliputi beberapa hal 1. Subjek yang dibimbing peserta didik 2. Orang yang membimbing pendidik 3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik interaksi edukatif 4. Ke arah mana bimbingan ditujukan tujuan pendidikan 5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan materi pendidikan 6. Cara yang digunakan dalam bimbingan alat dan metode 7. Tempat dimana peristiwa berlangsung lingkugan pendidikan Kesemua unsur diatas sangat penting didalam pendidikan. Sebab jika salah satu unsur tidak ada, maka tidak terjadi pendidikan. Setiap unsur tidak dapat di abaikan dalam proses pendidikan karena dari satu unsur ke unsur yang lain memiliki keterkaitan satu sama lain dalam membangun proses belajar yang efektif. Apabila suatu unsur hilang maka unsur lain tidak dapat berjalan dengan baik. Setiap unsur membangun unsur yang lainnya. Seperti bangunan yang kokoh dengan dasar yang kuat. D. LATIHAN SOAL Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan analisis yang jelas dan sistematis ! 1. Apakah yang anda ketahui tentang Unsur-Unsur Pendidikan? Jelaskan ! 2. Jelaskan hakekat dari peserta didik ! 3. Senutkan tujuan pendidikan menurut Herbert Spencer ! 14 BAB III ALIRAN ALIRAN PENDIDIKAN A. PENDAHULUAN Aliran-aliran pendidkan telah dimulai sejak awal hidup manusia karena setiap kelompok manusia selalu dihadapakan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Di dalam berbagai kepustakaan tentang aliran-aliran pendidikan, pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulai dari zaman yunani kuno samapai sekarang. Aliran-aliran itu mewakili berbagai variasi pendapat tentang pendidikan , mulai dari yang pesimis yang memandang bahwa pendidikan kurang bermanfa’at bahkan merusak bakat yang telah dimiliki anak sampai dengan yang optimis yang memandang bahwa anak seakan-akan tanah liat yang dapat dibentuk sesuka terdapat beberapa gagasan yang lebih bersifat satu gerakan dalam pendidikan yang pengaruhnya masih terasa sampai kini, yakni gerakan-gerakan pengajaran alam sekitar, pengajaran pusat perhatian, sekolah kerja, dan pengajara proyek. Gerakan-gerakan tersebut dapat dikaji untuk memperkuat wawasan dan pengetahuan tentang pengajaran. Seperti telah dikatakan bahwa pengajaran merupakan pilar penting dari kegiatan pendidikan di sekolah, utamanya kalau dilakukan dalam pengajaran yang sekaligus mendidik. B. PENYAJIAN 1. ALIRAN KLASIK a. Aliran Empirisme Aliran empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan, sedangkan pembawaan tidak dipentingkan. Tokoh perintis ini adalah seorang filsuf Inggris bernama John Locke 1704-1932 yang mengembangkan teori “Tabula Rasa”, yakni anak lahir di dunia bagaikan kertas putih yang bersih. Menurut pandangan empirisme pendidik memegang peranan yang sangat penting sebab pendidik dapat menyediakan lingkungan pendidikan kepada anak dan akan diterima oleh anak sebagai pengalaman-pengalaman yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Aliran empirisme dipandang berat sebelah sebab hanya mementingkan peranan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan. sedangkan kemampuan dasar yang dibawa anak sejak lahir dianggap tidak menentukan, menurut kenyataan dalam kehidupa sehari-hari terdapat anak yang berhasil karena berbakat, meskipun lingkungan sekitarnya tidak mendukung. Penganut aliran ini masih tampak pada pendapat-pendapat yang memandang manusia sebagai makhluk pasif dan dapat dimanipulasi, umpama melalui modifikasi tingkah laku. Hal itu tercermin pada 15 pandangan scientific psychology dai Skinner ataupun pandangan behavioral lainnya. Pandangan behavioral ini masih juga bervariasi dalam menentukan faktor apakah yang paling utama dalam proses belajar itu, sebagai berikut 1. Pandangan yang menekankan stimulus rangsangan terhadap prilaku seperti dalam “classical condidtioning” atau “respondent learning 2. Pandangan yang menekankan peranan dari dampak ataupun balikan dari sesuatu prilaku seperti dalam “operant conditioning” atau “instrumental learning” 3. Pandangan yang menekankan peranan pengamatan dan imitasi seperti dalam “observational learning”, “social learning and imitation”, “participant modelling”,dan “self-efficacy”. b. Aliran Nativisme Aliran nativisme bertolak dari Leibnitzian Tradition yang menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan, termasuk faktor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Schopenhauer berpendapat bahwa bayi itu lahir sudah dengan pembawaan baik dan pembawaan buruk. Oleh karena itu, hasil akhir pendidikan ditentukan oleh pembawaan yang sudah dibawa sejak lahir dan wataknya tidak bisa dipengaruhi oleh lingkungan. Berdasarkan pandangan ini maka keberhasilan pendidikan ditentukan oleh anak didik itu sendiri. Istilah nativisme dari asala kata natie yang artinya adalah terlahir. Terdapat satu pokok pendapat aliran nativisme yang berpengaruh luas yakni bahwa dalam diri individu terdapat satu inti pribadi yang mendorong manusia untuk mewujudkan diri, mendorong manusia dalam menentukan pilihan dan kemauan sendiri, dan yang menempatkan manusia sebagai makhluk aktif yang mempunyai kemauan bebas. Pandangan-pandangan tersebut tampak anatara lain humanistik psychology dari Carl R. Rogers ataupun pandangan phenomenology/humanistik lainnya. Pengalaman belajar ditentukan oleh “internal frame of refrence” yang dimilikinya. Terdapat variasi pendapat dari pendekatan phenomenology/humanistik tersebut sebagai berikut 1. Pendekatan aktualisasi diri atau non-direktif client centered dari Carl R. Rogers dan Abraham Maslow. 2. Pendekatan “personal construct” dari George A. Kelly yang menekankan betapa pentingnya memahami hubungan “transaksional” antara manusia dan lingkungannya sebagai bekal awal memahami prilakunya. 3. Pendekatan “Gestalt”, baik yang klasik maupun pengembangan selanjutnya. 4. Pendekatan “search for meaning” dengan aplikasinya sebagai “Logotherapy” dari Viktor Franki yang mengungkapkan betapa 16 pentingnya semangat human spirit untuk mengatasi berbagai tantangan/masalah yang di hadapi c. Aliran Naturalisme Pandangan yang ada persamaannya dengan nativisme adalah aliran naturalisme yang dipelopori oleh seorang filsuf Prancis Rousseau 1712-1778. Rousseau berpendapat bahwa semua anak yang baru dilahirkan mempunya pembawaan buruk. Aliran ini juga disebut negativisme, karena berpendapat bahwa pendidik wajib membiarkan pertumbuhan anak pada alam. Jadi dengan kata lain pendidikan tidak diperlukan. Rousseau ingin menjauhkan anak dari segala keburukan masyarakat yang serba dibuat-buat artificial sehingga kebaikan anak-anak yang diperoleh secara alamiyah sejak kelahirannya itu tampak secara spontan dan bebas. Seperti diketahui, gagasan naturalisme yang menolak campur tangan pendidikan, sampai saat ini tidak terbukti malahan terbukti sebaliknya pendidikan makin lama makin diperlukan. d. Aliran Konvergensi Perintis aliran ini adalah William Stern 1871-1939, seorang ahli pendidikan bangsa Jerman yang berpendapat bahwa seorang anak dilahirkan di dunia sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. penganut aliran ini berpendapat bahwa dalam proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun lingkungan sama-sama mempunyai peranan yang sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang tanpa adanya lingkungan yang sesuai untuk perkembangan bakat itu. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan anak yang optimal kalau memang pada diri anak tidak terdapat bakat yang diperlukan untuk mengembangkan itu. William Stern berpendapat bahwa hasil pendidikan itu tergantung dari pembawaan dan lingkungan, seakan-akan dua garis yang menuju ke satu titik pertemuan yakni 1. Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan. 2. Pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang kurang baik. 3. Yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan. Aliran konvergensi pada umumnya diterima secara luas sebagai pandangan yang tepat dalam memahami tumbuh-kembang manusia. Terdapat
pertanyaan tentang unsur unsur pendidikan